Sunday, June 29, 2008

unAcQuainTed,,,










tenis Vs tesis

hampir sepekan blog ini sedikit stagnant. ada banyak cerita yang terselip di dalamnya, di tengah2 akumulasi rutinitas, perhatian, dan konsentrasi yang tidak termenej secara baik. walaupun demikian, tidak berarti blog2an terhenti secara total karena di saat yang bersamaan saya diminta pula oleh kawan2 tenis mania untuk "mengawal" sebuah blog mereka.

harus kuakui bahwa di sana memang tampak lebih menarik, dan suasananya pun sangat berbeda dengan blog yang telah saya buat. Keunikannnya mungkin saja terletak pada model dialog yang terbangun, sapa-menyapa, bahkan sindir-menyindir pun seolah-olah lebih hidup dan kadang menggelikan dapat kita temukan di sana.

selain itu, jadwal latihan setiap petang selama sepekan juga memerlukan waktu ekstra. alhamdulillah, rupanya keterlibatan dalam rutinitas kegiatan tenis-mania tersebut, tidaklah sia-sia, sebab hasil pertandingan fpti yang berlangsung sejak hari sabtu hingga ahad petang tadi, saya dan seorang kawan student di peringkat degree berhasil lolos masuk ke babak final, walaupun pada akhirnya hanya bertengger sebagai juara runner-up.

anyway, yang paling krusial bagi saya adalah rupanya kegiatan sepekan ini berimplikasi pada stagnantnya kegiatan lain yang jauh lebih urgent. penyempurnaan makalah untuk dua seminar internasional bulan depan (indonesia, thailand) adalah salah satu di antaranya. dan yang masih menjadi "momok" adalah penulisan tesis yang masih berjalan di tempat, sedikit pun tak ada progress sama sekali....

barangkali, inilah maksud dari kata seorang ustadz di kampung saya, bahwa "banyak orang yang telah mendahulukan yang sunnah, tetapi dia telah melupakan yang wajib".
jika seperti itu mau apalagi? aku pun pening dibuatnya!

wallahu alam!

fpti turnamen







Monday, June 23, 2008

FaeDah berPeLukan

12 Pelukan Sehari, Dijamin Tak Sakit-Sakitan Lagi .... !!!
"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisi dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

Pelukan Damai
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram.
Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini.

Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah.
Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.

Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

Anak Tumbuh Sehat

"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India .

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya.

Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus.

Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.
Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.

Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya.
Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Transformasi Rasa Nyaman
Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata," pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi."

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.

Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit.

Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.

Jadi tunggu apa lagi... ???

(sumber dr milis tetangga)

Thursday, June 19, 2008

13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki

Oleh: Ulis Tofa, Lc

Sebuah Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.
Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:

Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, "mustarjalah"
Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan "yang memiliki sifat perkasa". Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.

Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya "Tsartsarah"
Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi "neraka".

Ketiga, perempuan materialistis "Maaddiyah"
Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.

Keempat
, perempuan pemalas "muhmalah"
Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.

Kelima, perempuan bodoh "ghobiyyah"
Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.

Keenam, perempuan pembohong "kadzibah"
Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.

Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat "mutabahiyah"
Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…

Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya
Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.

Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.
Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

Kesepuluh, perempuan murahan "mubtadzilah"
Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

Kesebelas, perempuan yang perasa "syadidah hasasiyyah"
Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.

Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan "ghayyur gira zaidah"
Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.

Ketigabelas, perempuan fanatis "mumillah"
Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!

Ketika Laki-Laki Memilih
Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:

Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:
"Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat "banyak omong dan malas". Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.

Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.

Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.

Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:

"Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!

Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.

Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:
"Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan… "

Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:
"Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang "sempurna", karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!.

Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan "kelaki-lakian" . Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:

"Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat "kelaki-lakian" tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya."

"Perempuan "kuat" menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang "banci", seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma'kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.

Tidak ada seorang istri yang "sempurna". Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya."

Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur'an. Allah swt berfirman:

"Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." Al Nisa':19

Dan karena perempuan "syaqaiqur rijal" saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun "baiti jannati" sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a'lam

(sumber dari milis jiran)

Film Sejarah Bugis-Melayu, tentang Cinta dan Kekuasaan

Bulang Cahaya, Novel Rida K Liamsi yang Difilmkan (1)

KISAH heroik orang Bugis pada abad ke-17 menjadi suatu yang tak terbantahkan. Tak heran jika banyak cerita perjuangan dan kepahlawanan, bahkan cinta dan kekuasaan yang kemudian muncul."Bulang Cahaya", sebuah novel karya Rida K Liamsi salah satu contohnya. Malah novel ini kemudian menjadi inspirasi lahirnya film "Bulang Cahaya."

BERBANGGALAH warga Sulsel, khususnya Bugis. Sebab tak lama lagi, sebuah film yang berkisah tentang orang Bugis akan muncul di permukaan. Film ini diproduksi di Indonesia dan Malaysia. Film ini diangkat dari novel karya Rida K Liamsi, CEO Riau Pos (grup Jawa Pos).

Sebagai film yang mengangkat sejarah Bugis-Melayu, shooting film ini pun sebagian dilaksanakan di Tana Luwu, yakni Palopo. Malah, untuk shooting perdana, pelaksanaannya akan dilakukan di sana.

Kenapa Palopo? Menurut Producer Executive, H Sudarman A. Ade, dipilihnya Palopo, sebab tempat ini menjadi daerah asal Daeng Celak. Daeng Celak ini merupakan bangsawan Bugis yang menjadi datuk Raja Djaafar, tokoh utama dalam novel Bulang Cahaya yang kemudian difilmkan.

"Chasting juga dilakukan di sana mulai Juli bulan depan. Usai shooting di Palopo, selanjutnya diteruskan di Makassar, Jakarta, provinsi Riau, Kepulauan Riau khususnya di Penyengat, serta Malaysia. Di Malaysia, film ini akan shooting sebagaimana isi novel," jelas Sudarman saat jumpa pers di Hotel Clarion, Rabu, 18 Juni malam tadi.


Hadir dalam jumpa pers masing-masing; Produser, Andi Hijriah Hamsina dan Mimi Lutmila, serta Datu Aziz Chemor bersama istri yang mewakili istri wakil perdana menteri Malaysia,
Datin Sri Rosma Binti Mansyur.

Novel yang difilmkan ini, bercerita kisah percintaan antara Raja Djaafar yang keturunan Bugis dengan Tengku Buntat yang keturunan Melayu. Tengku Buntat ini, pada zamannya, karena kecantikan parasnya digelar sebagai Bulang Cahaya atau cahaya di kampung Bulang tepatnya di Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

"Shooting penuh film ini dilakukan setelah lebaran. Pertengahan 2009 kita harap sudah edar. Ide cerita film ini lahir dari orang Bugis atau KKSS, tokoh Bugis yang ada di perantauan Riau, Kepulauan Riau, dan Jakarta. Penasihat film ini, termasuk wapres Jusuf Kalla, ketua umum KKSS Pusat, Andi Mallarangeng, wakil ketua MPR AM Fatwa, serta Andi Galib yang waktu itu dubes India," katanya.

Shooting film ini di Malaysia merupakan hasil kerja dengan Datu Azis Chemor, dan istri wakil perdana menteri Malaysia sebagai pendukung utama. Kebetulan juga wakil perdana menteri Malaysia masih keturunan Bugis.

Datu Azis mengatakan, pihak Malaysia, dalam hal ini dirinya bersama Datin Sri Rosma Binti Mansyur tertarik membantu sebab film Bulang Cahaya ini banyak membetulkan sejarah Malaysia. Contohnya Kuala Lumpur yang katanya dibuka orang Tiongkok padahal ternyata oleh orang Mandailing (Sumatera). Mereka datang membuat tambang Biji Timah.

"Alasan lain, pahlawan orang Bugis banyak membantu menegakkan kesultanan Melayu-Johor. Itu yang membuat saya sangat berminat mendukung film ini.

Tambahan pula, keakraban saya dengan wakil perdana menteri yang tak lain orang Bugis. Dukungan saya ini bermakna bahwa saya mendukung persaudaraan, penyatuan, silaturahmi, antara Sulawesi dengan Malaysia. Itu niat saya," tegas Azis yang sudah ke kerajaan Luwu bersama produser film ini. Azis juga merupakan warga Malaysia keturunan Sumatera Utara.

Produser, Mimi Lutmila mengatakan, film ini berkisah soal kasih tak sampai Raja Djaafar dengan Tengku Buntat yang keturunan Temanggung di Kerajaan Melayu Riau. Mereka lalu berpisah dan membawa cinta masing-masing hingga mati.

"Bahkan berdasarkan literatur, hingga akhir hayat, Tengku Buntat tidak mau memiliki keturunan dari suaminya, Tengku Husin. Itu karena saking cintanya ke Raja Djaafar. Raja Djaafar juga diperhadapkan pada cinta dan kekuasaan. Keduanya terpisah karena kekuasaan dan intrik politik pada masa itu," jelasnya.

Harapan Mimi, film ini akan menjadi motivasi bagi suku lain untuk mengangkat adat dan sejarahnya.
Produser, Andi Hijriah Hamsina, mengatakan, film ini dirintis sejak 2003 namun tak bisa direalisasikan. "Setelah bertemu Mimi dan membaca bukunya, saya tertarik. Isinya isi diri saya sendiri. Nenek moyang saya. Kenapa orang lain bisa mengangkat sejarahnya, saya tidak.

Di mana-mana, hingga Belanda, isi novel ini sama dengan buku di sana. Tidak ada yang berbeda. Opu Dg Rilaka Bangsawan Kerajaan Luwu, itu nenek saya. Saya sudah masuk ke istana, sepupu saya mengatakan itu kakek saya.

Jadi kenapa saya tidak terlibat dalam film ini," tegas Hijriah seraya melanjutkan bahwa film ini didukung tiga gubernur dan tentu saja pemerintah Malaysia melalui wakil perdana menterinya.

(sumber:http://cetak.fajar.co.id/news.php?newsid=68210)

Wednesday, June 18, 2008

alhamdulillah

tiada kata lain,kecuali ucapan alhamdulillah sbb nampaknya ada sdkt kemudahan yg terserlah pula d hadapan sy malam ini,,, hehe
Nk ucap trima ksh kpd jiran2 sy ........ khususnya kpd En. R yg ntar lg konvo...