Friday, July 11, 2008

buttErfly maN

Ternyata di Dunia ini banyak makhluk hidup yang belum kita ketahui yah,contohnya mengenai kehidupan "Peri" (Fairy) yang masih banyak diliputi spekulasi dan kontroversi mengenai eksistensinya di Dunia. Didalam beberapa catatan kuno,seperti kitab-kitab peninggalan China kuno,banyak yang mengisahkan tentang kehidupan manusia-manusia kerdil bersayap ini. Mungkin orang ada yang percaya atau bahkan ada yang tidak percaya sama sekali mengenai kehidupan Fairy dibumi. Tapi yang pastinya,baru- baru ini,sebuh jasad makhluk hidup janggal yang memilik karakteristik mirip sebuah Fairy berhasil ditemukan.Kali ini berhasil ditemukan diwilayah pedesaan Derbyshire Countryside, Inggris.




Jasad makhluk ini detemukan oleh seorang warga diatas gundukan tanah disekitar pekarangan rumahnya. Saat pertamakali melihatnya,orang tersebut mengira makhluk ini merupakan jasad anak kecil,maka ia pun bergegas meraih telpon genggamnya untuk menghubungi Polisi. Karena dorongan rasa ingin tahu yang besar,Sebelum polisi tiba di TKP,ia sempat mendekat dan melihat-lihat jasad makhluk tsb. Didalam hatinya dia juga sempat berfikir dan merasa janggal,mengapa jasad makhluk kecil yang satu ini mempunyai sayap mirip dedaunan?dan badannya terlalu mungil untuk ukuran seorang balita? Bahkan ketika polisi tiba,mereka juga bingung dan tidak mengerti,sebenarnya ini makhluk apa?


Menurut laporan dari hasil X-ray,makhluk tersebut memiliki struktur tulang mirip dengan susunan tulang pada balita,namun pada badannya sedikit berongga seperti jenis2 hewan insecta. Uniknya,ia juga memiliki bentuk fisik mirip dengan manusia,mempunyai 2 tangan lengkap dengan 5 jari,dua kaki,dan pada bagian kepalanya terdapat lapisan jaringan kulit sangat tipis yang ditumbuhi rambut berwarna pirang keemasan. Tapi yang tidak habis dipikir,mengapa makhluk ini mempunyai sayap dan tinggi badannya tergolong sangat kecil,antara 10-20 cm tingginya. Jasadnya juga tidak membusuk,namun malah mengering dan sama sekali tidak mengeluarkan bau busuk. Pada struktur sayapnya sendiri,walaupun sekilas jika dilihat mirip dengan dedaunan, tetapi ini bukanlah merupakan sejenis daun,jika diraba maka akan terlihat perbedanya. Sayapnya mirip dengan struktur sayap hewan-hewan insecta pada umumnya.


Sampai saat ini,tim forensik yang meneliti jasad makhluk ini belum mengerti sepenuhnya mengenai jenis dan identitasnya. Tetapi dari berbagai kesimpulan yang didapat, makhluk tersebut memilik struktur DNA mirip dengan DNA manusia, namun juga terdapat banyak kesamaan dengan hewan-hewan insecta.


Di wilayah pedasaan Derbyshire Countryside, Inggris sendiri,menurut penuturan beberapa penduduk setempat,memang pada malam hari sering uncul sinar-sinar cemerlang misterius yang berterbangan dibeberapa tempat didaerah itu. Biasanya paling sering muncul disekitar pinggiran sungai yang disekelilingnya penuh ditumbuhi dengan pepohonan atau disekitar areal perkebunan mereka. Namun,mereka tidak tahu dengan pasti makhluk apakah yang mengeluarkan sinar cemerlang tersebut,jika didekati seolah-olah sinar itu meredup dan ahirnya menghilang begitu saja.



Sunday, July 6, 2008

main2 di UPM SerDanG

walau tugasan blm selesai jg smjk semalam, td pagi sy dan kenkawan dah siap k Serdang, tepatnya di Universiti Putra Malaysia. Kami k UPM pn krn untuk memenuhi jemputan friendly match atas anjuran tim tenis di sana. Pkl 7.15 pg kami bertolak drpd HK k UPM dgn guna 3 kereta.

Awalnya sih takde masalah, ttp yg jadi masalah, nyatanya kenkawan yg ikut dgn kereta yg kami guna, dan juga driver, tak satu pun yg faham sgt “alur jalan” dlm kampus UPM. Tak heran jek la, kami pn sempat bbrp kali tersesat pl,,,, berpusing2 menelusuri jalan2 antara gedung2 dan bangunan UPM yg luas sgt itu.

Sy sih tau sikit lah jalan k padang tenis tu, tp mesti lewat pintu utama UPM. Lewat pintu belakang sekali pn sy tak pernah. Masalahnya mmg ada pd driver tu yg msk kampus lewat pintu belakang,,, akhirnya tersesat juga. Awalnya kesal jg, tp stlh sy fikir2,, nyatanya bagus juga sbb sy pn boleh tengok2 la cam mana view keseluruhan gedung2 dsana. Sempat jek la baca nama2 gedung dan bangunan dsana. Drpd sebegitu byk gedung2 yg sy tengok2 nampaknya sy hny tertarik pd satu nama shj, iaitu Kolej 13… hehe,,, hny bangunan itu yg sy ingat sgt smp skrg, angka 13-nya sikit “unik”.

Walau hari ini hari ahad nampaknya d UPM ramai sgt. Kereta pn smpat “macet” bbrp kali sbb mesti beratur dgn bas dan kereta lain antara para student (mgkn student baru, andaian sy shj) yg bersiap2 menuju padang. Nampak wajah2 mrk ceria sgt tuk study d UPM,,, hehe,,, mcm student d UKM jek la. Tak lama kemudian, akhirnya nampak la padang tenis drpd kejauhan, kami pn senang sgt.

Anyway, pertandingan kami bermula pkl 8-11 pg, yg terbahagi dlm 10 set/game. Sy hny smpt main 2 game, dan alhamdulillah menang pula dlm 2 game. Walau pertandingan seru sgt, nampaknya tim tenis UKM msh lbh “unggul” dgn skor kemenangan 8-2 drpd UPM. Nampak pula mrk penasaran sgt dgn hasil kekalahan tu, shg sebaik sahaja mrk pn meminta kami tuk bertanding ulang lg d UKM bila2 masa ada jemputan dr pihak tim tenis UKM. Don’t worry, encik,,,!

Tp jujur nk katakan bhw sbnrnya main d UPM tu lbh seronok sbb nampaknya padang tenis d UPM tu lbh bersih dan “berkualiti” dbanding padang tenis UKM yg dah tua, tak terawat, catnya pn dah lepas2, cam takde ada perhatian jek la pihak berkebenaran tuk urus padang tu. Tp tak kesah la,,, mdh2 an suatu saat sy pn dpt k UPM lg,,, hehe,,, mgkn dlm moment yg berbeza,,,, iya ke? siapa tahu!
Kekdg jg muncul d fikiran, mcm mana ya bila nk studi jg d UPM,,, hehe,,, mgkn lebih “seru” atau lebih “seram” ya!
Tp satu hal yg tak terlupa,,,hehe,,, maaf, sy fikir blog ini takkan ada jek bila bukan drpd “orang UPM” yg “ngajarin”,,, thanks very much!
Wallahu alam.

Saturday, July 5, 2008

SUKU BUGIS, DARI SULSEL SAMPAI TANAH MELAYU

Orang Bugis, dikenal dengan sebutan To Ugi, tidak saja mendiami hampir seluruh kawasan di Sulawesi Selatan. Menurut Wikipedia, selain di pulau Sulawesi, orang Bugis juga menyebar di Pulau Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sumatera, hingga Ambon, Kepulauan Maluku Utara, sampai ke Papua. Kantong kantong orang Bugis di Papua terdapat di Timika, Sorong dan Jayapura.

Di luar Sulawesi Selatan, Orang Bugis ditemukan paling banyak di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Di Indonesia sendiri menurut sensus tahun 2000, jumlah orang Bugis sekitar 5 juta jiwa, 4 juta diantaranya berdiam di Sulawesi Selatan. Saat ini, orang Bugis di Indonesia diperkirakan berjumlah 7,5 Juta Jiwa. Di luar angka itu, (masih menurut wikipedia) diperkirakan ada sekitar 4 juta masyarakat Indonesia yang mengklaim dirinya sebagai keturunan Bugis.

Di luar Indonesia, orang Bugis yang sudah berbaur dengan masyarakat setempat, banyak ditemui di Malaysia. Tahun 2000 (menurut Wikipedia) Orang Bugis di Malaysia yang sudah menjadi bagian dari warga negara Malaysia ada sekitar 780.000 Jiwa. Saat ini diperkirakan orang Melayu keturunan Bugis mencapai 1 juta Jiwa. Mereka tersebar di Johor, Selangor, dan daerah semenanjung Malaysia lainnya, hingga ke wilayah Sabah dan terbanyak di Tawau.

(referensi : http://www.sabah.org.my/bm/daerah/daerah/twu/tawau/bugis.htm )

Suku bugis dikenal sebagai perantau ulung. Ini tidak bisa dipisahkan dari keinginan orang Bugis untuk hidup merdeka. Masyarakat Bugis mulai meninggalkan tanah nenek moyangnya, sejak terjadinya pertikaian etnik antara Kerajaan Bugis dan Makassar pada Abad ke 16 & 17, hingga saat Belanda masuk ke Indonesia di Abad ke 17 dan 18.

Mereka tidak hanya merantau tapi, orang bugis yang juga dikenal sebagai pejuang yang gagah berani menyebar ke seluruh pelosok Indonesia membantu mengusir penjajah. Raja Madura, Buton dan Lombok pernah meminta bantuan bala tentara Bugis ke Kekerajaan Bugis untuk mengusir penjajah dari tanah mereka.

Orang Bugis yang juga dikenal sebagai pelaut ulung, hingga saat ini tidak hanya menyebar di Indonesia, Malaysia dan Singapura tapi juga sampai ke Thailand, Philipina, Australia Utara hingga ke Madagaskar dan Afrika Selatan.

Umumnya warga Bugis mudah sekali beradaptasi dengan daerah yang mereka tinggali. Hal itu tidak terlepas dari falsafah hidup mereka ‘Dimana Langit Dijunjung, Disitu Bumi Dipijak’. Artinya, bahwa orang Bugis bisa menyesuaikan diri dimana pun mereka berada. Tidak heran, Orang Bugis di Malaysia, akan menjadi orang Melayu, begitu juga di Singapura dan Brunai.

Sejarah Singapura sendiri tidak bisa dilepaskan dari Orang Bugis. Menurur Wikipedia yang mengambil beberapa literatur, orang Bugis termasuk penduduk pertama yang mendiami Singapura, Batam dan pulau pulau di sekitarnya, termasuk Johor di semenanjung Malaysia. Itulah sebabnya, Orang Melayu baik di Kepulauan Riau, Jambi, Malaysia, Singapura dan Brunei, memiliki kekerabatan yang erat dengan Orang Bugis. Kampung Bugis yang kini terkenal dengan Bugis Village dan Bugis Junction adalah bukti adanya ikatan kekerabatan dan sejarah itu.

(Referensi : http://en.wikipedia.org/wiki/Bugis_Street )

Bukti lain adanya ikatan emosional orang Bugis dan Orang Melayu Malaysia, yakni adanya kaitan sejarah antara kedua etnik ini. Seperti yang ditulis dalam petikan Wikipedia berbahasa Melayu berikut :

“Bugis memainkan peranan yang penting dalam sejarah di Tanah Melayu. Mereka terlibat secara langsung atau tidak langsung di dalam politik dan perbalahan negeri-negeri Melayu ketika itu, terutama sekali negeri Johor. Ianya bermula apabila Daeng Loklok ingin memerintah Johor tetapi tidak dipersetujui oleh pemerintah negeri Johor Riau Lingga ketika itu, iaitu Raja Kechil. Ini menyebabkan Daeng Loklok atau Bendahara Husain meminta bantuan Raja-Raja Bugis untuk menumpaskan Raja Kechil. Bermula dari sinilah campur tangan Bugis di Tanah Melayu. Malah, anak Daeng Chelak, Raja Lumu, dinobatkan sebagai Sultan Selangor pertama.”

Di Indonesia orang Bugis, banyak bergelut di dunia politik, hukum, tatanegara, dan perdagangan. Mantan Presiden RI, BJ Habibie adalah peranakan Bugis-Gorontalo, Wakil Presiden RI saat ini, Jusuf Kalla dan juru bicara Kepresidenan, Andi Alfian Mallarangeng, juga Orang Bugis. Orang Bugis juga banyak bekerja sebagai Jaksa dan Hakim. Namun, tidak banyak orang Bugis yang menjadi Pengacara, konon karena orang Bugis terkenal dengan sifatnya yang tidak suka berdebat kusir.

Seperti halnya di Indonesia, orang Bugis di Malaysia juga banyak bergelut di dunia politik. Sebut saja Timbalan Perdana Menteri Malaysia(Wakil Perdana Menteri sekarang) Dato Seri Muhammad Najib Tun Razak adalah orang Bugis. Di parlemen Malaysia juga tercatat banyak Orang Melayu keturunan Bugis. Sultan Kerajaan Selangor pertama juga adalah Orang Bugis, yang secara turun temurun sudah menjadi bagian orang Melayu. Di Batam sendiri, Walikota yang memimpin Pulau Itu sekarang, Drs. Ahmad Dahlan, juga seorang perantau Bugis.

Saat ini, Orang Bugis menggunakan tiga bahasa utama di Indonesia, Malaysia, Brunei dan Singapura. Khusus di Indonesia mereka menggunakan bahasa Indonesia dan Bugis. Sedangkan di Malaysia, Brunei dan Singapura mereka menggunakan Bahasa Melayu dan Bugis. Di Philipina mereka memakai bahasa Tagalog.

Di luar Indonesia, Orang Bugis, sebagian besar tidak lagi menggunakan Bahasa Bugis sebagai bahasa sehari hari. Hanya segelintir orang bugis yang masih memakai bahasa Bugis sebagai bahasa pengantar dalam keluarga. Umumnya mereka adalah orang Bugis yang bermukim di wilayah Sabah dan Tawau.

Masyarakat Bugis mempunyai tradisi untuk menjaga keutuhan kesukuannya. Biasanya Orang Bugis lebih suka menikah sesamanya orang Bugis, bahkan biasanya mereka memilih menikah dengan kerabat terdekat. Salah satu tujuannya, agar ikatan kekeluargaan yang memang sudah sangat rapat, akan semakin dekat. Tradisi pernikahan seperti ini, berlaku hampir di semua masyarakat Bugis di mana pun. Namun, Orang Bugis, tidak menutup kemungkinan adanya pernikahan dengan suku suku lain.***

(lihat sumber)

Wednesday, July 2, 2008

MakAn dan siNetrOn

Bila waktu petang d ukm tiba, saya biasanya makan di dua tempat sahaja sama ada di kedai aras bawah bangunan canselori atw d kolej datu' onn (tempat favorit student2 d ukm). Setiap hari, kira2 pkl 02.30 ptg la, nampak ramai pl org2 pd nonton "sinetron" petang tu. Sinetron import Indonesia "anakku bukan anakku" sentiasa mjd tontonan favorit di sini bila masa tayang tiba.

Sbnrnya sejak dulu pn, sy tak minat sgt dgn sinetron2 mcm itu. Setting dan alurnya biasa shj, takde yg berlebih. Sinetron "anakku bukan anakku" lbh saya suka pd soundtrack lagunya shj, yang dinyanyikan oleh Opick feat Amanda. Ya, lirik lagu "alhamdulillah" itu nampak terasa lbh nyaman di telinga, sbb unsur religinya begitu terserlah. Bila awk nk dgr2 suara merdu Si Opick feat Amanda bolehlah awak klik shj bagian tengok2 (kiri) blog ini. Hehe

selamat menikmati!

mY eXpeDition







gambar2 tu adalah gambar2 yg sy amek ktika saya dan kenkawan melakukan aktiviti penyelidikan, cam expedition je la stahun lepas. Seronok sgt je ketika itu, sbb kita dah perolehi byk pengalaman. Malahan, kita pn dpt merasai perbezaan, mcm mana bila kita guna flight kecik2. Sbb flight cam ni pn sgt mencabar dan bergantung pl pd iklim, sama ada baik atau teruk. Tentu je beza sgt bila kita nk guna flight yg besar2, spt boeing atau airbus,, ujan lebat pn takde halangan tuk take off kn,,, tdo pn boleh jg... tp pswt kecik2 ni sikit pn saya tak dpt tdo sbb dalam apa jua perkara yg tdk diingini boleh shj berlaku,,, hehe
salam dr bangi!